Tampilkan postingan dengan label Pinjaman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pinjaman. Tampilkan semua postingan

Kamis, Oktober 28, 2010

Peserta Jamsostek di Bengkulu Diminta Manfaatkan PUMP

Minimnya minat peserta Jamsostek di Bengkulu memanfaatkan program PUMP menyebabkan dana yang tersedia untuk kegiatan tersebut belum tersentuh sama sekali, meski program mulai dilaksanakan sekitar Desember 2009.

"Kami minta para pekerja memanfaatkan program pinjaman uang muka perumahan (PUMP) agar dana yang tersedia tidak sia-sia," kata Kepala Bidang Pemasaran PT Jamsostek Cabang Bengkulu Imam Saputra, Selasa.

Hal itu juga menyikapi minimnya minat peserta Jamsostek di daerah itu memanfaatkan program PUMP sehingga dana yang tersedia untuk kegiatan tersebut belum tersentuh sama sekali, meski program mulai dilaksanakan sekitar Desember 2009.

Ia mengatakan PUMP merupakan program kerja sama antara PT Jamsostek dan dua bank milik pemerintah untuk membantu pekerja agar bisa memiliki rumah dengan membantu memberikan pinjaman uang muka.

"Total dana pinjaman yang disiapkan mencapai Rp20 juta dengan angsuran selama 10 tahun," katanya.

Selasa, Oktober 19, 2010

Program Renovasi Rumah Bagi Tenaga Kerja Peserta JAMSOSTEK

Kepala Cabang PT Jamsostek Jambi, Iswandhy Syaruly kepada Antara News mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Bank Tabungan Negara (BTN) akan meluncurkan program pinjaman renovasi rumah-kerjasama bank (PRR-KB).

"Kita sudah melakukan sosialisasi untuk pelaksanaan program tersebut, yang nantinya segera direalisasikan pada tenaga kerja yang ingin mengembangkan atau merenovasi rumahnya," katanya.

Ia menyebutkan, pinjaman maksimal yang diberikan PT Jamsostek Rp30 juta masa pinjaman sampai sepuluh tahun dengan bunga enam persen.

Jumat, Oktober 15, 2010

SETIAP PEKERJA PESERTA JAMSOSTEK ; Berhak Pinjaman Renovasi Rumah

21/06/2010 JAKARTA (KR) - Setiap pekerja peserta Jaminan Sosial Tenaga Kerja berhak mendapatkan pinjaman renovasi rumah melalui kerja sama dengan bank (PRR-KB) maksimal Rp 30 juta. Jangka waktu pinjaman tersebut maksimal 10 tahun dengan perhitungan jasa administrasi 6% efektif anuitas (bunga tetap) per tahun.

Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga mengatakan, bagi pekerja peserta jaminan sosial yang terdaftar minimal 5 tahun dan upah yang dilaporkan maksimal tercatat Rp 15 juta per bulan, dapat memperoleh PRR-KB. "Kini tinggal menunggu kesiapan perbankan dalam memproses PRR-KB. Bank Tabungan Negara (BTN) yang akan menjadi bank penyalur dana itu," katanya di Jakarta, kemarin.
Meski demikian, Hotbonar menjelaskan, bagi pekerja yang menjadi peserta Jamsostek harus tidak mempunyai tunggakan atau sudah melunasi pinjaman uang muka perumahan (PU MP). Selain itu, calon penerima PRR-KB juga sudah melunasi pinjaman uang muka perumahan kerja sama bank (PUMP-KB).

"Begitu pun tanah dan rumah yang akan direnovasi harus milik pekerja sendiri yang dibuktikan dengan surat pernyataan bermaterai cukup dari peserta Jamsostek," kata Hotbonar seraya mengungkapkan, bagi perusahaan peserta atau koperasi karyawan yang ingin mendapatkan PRR-KB dapat mengajukan dengan syarat terdaftar sebagai peserta Jamsostek minimal 2 tahun.

Para manajer personalia atau SDM di setiap perusahaan peserta, menurut Hotbonar, merupakan pejabat penanggung jawab pengurusan PRR-KB. Sedangkan untuk koperasi karyawan yang bertanggung jawab adalah pimpinan atau manajer koperasi.
Sebelumnya, BUMN itu memberikan bantuan Rp 500.000 untuk pembiayaan surat-menyurat bagi setiap PUMP yang disetujui. Bantuan sebesar itu, diberikan secara cuma-cuma untuk meringankan beban pekerja yang ingin membeli rumah secara kredit melalui program PUMP.
Para pekerja/buruh yang menjadi peserta Jamsostek bisa mendapatkan pinjaman Rp 20 juta dengan bunga 6% dan untuk meringankan beban administrasi, maka diberikan bantuan cuma-cuma Rp 500.000 untuk setiap usulan PUMP yang disetujui. (Ful)-g

[Via]