Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Saham. Tampilkan semua postingan

Selasa, November 02, 2010

Jamsostek siap menyerap rights issue Bank Mandiri

PT Jaminan Sosial dan Tenaga Kerja (Jamsostek) siap menyerap rights issue PT Bank Mandiri sebanyak 20% dari total saham baru yang akan diterbitkan. Bank Mandiri berniat melepas saham baru sekitar 10,18%.

"Kita mau serap sampai 20% dari total rights issue. Dananya selalu siap kalau untuk investasi," kata Direktur Utama Jamsostek Hotbonar Sinaga di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (2/11/2010).

Bank pelat merah itu berniat melepas saham baru sekitar 10,18% dengan target dana hingga Rp 15 triliun. Aksi korporasi ini akan digelar paling cepat di awal tahun 2011.

Saat ini total saham Bank Mandiri keseluruhan sebanyak 21 miliar lembar saham. Jika bank pelat merah itu akan menerbitkan saham baru sebanyak 10,18 persen maka jumlahnya sekitra 2,1 miliar lembar saham. Dengan demikian, Jamsostek siap menyerap hingga sebanyak 420 miliar lembar saham dalam aksi korporasi Bank Mandiri nanti.

JAMSOSTEK hanya mendapatkan jatah saham Krakatau Steel senilai Rp100 miliar

Jamsostek menjadi bagian dari 80% saham yang dialokasikan ke institusi dari total 3,15 miliar lembar saham yang dilepas. Demikian dikemukakan Direktur Utama PT Jamsostek Hotbonar Sinaga saat ditemui di Kementerian BUMN, Senin (1/11).

Menurut Hotbonar, untuk dapat optimal menyerap saham KS, pihaknya sebenarnya menyiapkan dana sebesar Rp500 miliar. Selanjutnya, pihaknya lalu telah mengajukan penawaran untuk membeli saham IPO KS senilai Rp250 miliar.

"Tapi setelah penawaran, penjamin emisi (underwriter) hanya memberi jatah ke Jamsostek sebanyak Rp 100 miliar saja," katanya.

Dengan jumlah ini, Jamsostek akan memiliki sekitar 1,1 juta saham PT KS dengan perhitungan harga IPO sebesar Rp850 per lembar. Jumlah itu hanya sebesar 0,00003% dari total saham KS yang dilepas sebesar 3,15 miliar lembar saham.

Namun demikian, Hotbonar mengaku dapat memaklumi hal itu. Sebab, menurutnya, penjatahan saham IPO KS memang akan minim jika terjadi kelebihan permintaan (oversubscribed) yang cukup besar.

"Oversubscribed-nya besar. Wajar saja jika dapatnya sedikit. Kan harus dibagi dengan investor yang lain," ujarnya.